Andri: Karatedo Cilik

Di usianya yang masih belia, ia telah menorehkan prestasi membanggakan untuk Indonesia, khususnya Aceh. Awal tahun 2008 lalu, ia berhasil meraih medali perak untuk kejuaraan karate di Malaysia tingkat internasional. Dalam event 9th Malaysian School Open Champion Ships.

Andrian Syah Putra, diusianya yang baru sebelas tahun, dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6, ia telah beberapa kali memenangkan kompetisi tingkat daerah maupun tingkat internasional. Diantaranya juara dua pada kejuaraan dinas kesehatan, juara tiga kompetisi se Aceh di Sabang tahun 2007.

Andri sudah belajar karate di usia balita. Dengan mewarisi bakat beladiri dari sang ayah, Zurimanto yang juga seorang pelatih karate. Saat ini Andri tergabung dengan perguruan karate Wahana Anjang Damai Karatedo Indonesia (WADOKAI) yang juga perguruan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Institut Agama Islam (IAIN) Ar-Raniry. Kompetisi yang diikutinya juga mewakili dari perguruan WADOKAI yang berdiri sejak tahun 1980-an.

Walaupun lawan tandingnya berasal dari berbagai negara saat kompetisi di Malaysia, penyuka susu ini menganggap itu bukan hal yang paling menarik, tapi pengalaman naik pesawat terbanglah yang dianggap Andri paling menarik.

“Karena baru pertama naik pesawat, jadi seru,” ujarnya lugu.

Menurut sang ayah, walaupun Andri sibuk dengan dunia olahraga, tapi prestasi di sekolah  tetap bagus.

“Belajar bagus, ngaji bagus, olahraga juga tetap jalan. Untuk mengarahkan Andri bukanlah hal yang sulit,” puji Zurimanto, sang ayah sekaligus pelatihnya.

Andri mengakui, walaupun dilatih oleh ayahnya sendiri, ia tetap diperlakukan sama dengan anak-anak lainnya.

“Ayah ngak pernah membeda-bedakan, semuanya sama dimarah marahin juga,” ujar Andri yang juga hoby sepak bola ini.

Andri mengaku pengalaman yang paling menyedihkan baginya adalah saat ia sakit sewaktu bertanding. Sehingga tidak bertanding secara maksimal.

“Kalau kena pukul atau tendangan itu biasa, tapi kalau sakit saat bertanding, itu menyedihkan,” kata Andri yang mempunyai cita-cita menjadi atlit internasional ini.

Saat di jumpai Tabloid Sipil minggu 06 july 2008 di lapangan IAIN Ar-Raniry, Andri sedang mengikuti ujian kenaikan tingkat dari biru menjadi coklat. Di dalam karate, terdapat beberapa tingkatan yang menandakan kemahiran seseorang, putih sebagai tingkat dasar, kuning, hijau, biru, coklat dan hitam sebagai tingkat paling tinggi.

Good luck Andri!!!

No Response to "Andri: Karatedo Cilik"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes