Mengembalikan Ruh Persiraja: Herry

Bola adalah satu hal yang tidak terpisahkan dari hidup laki-laki ini. Bahkan, ia rela meninggalkan bangku kuliah demi “sikulit bundar.” Ia juga salah satu pemain terlama yng memperkuat TIMNAS (Tim Nasional). Namun, sejak tahun 1997 ia memulai karir sebagai pelatih.

Herry Kiswanto, dengan cara bicaranya tenang, terkesan serius dan tegas, serta pembawaan yang sabar adalah modal Herry dalam melatih anak-didiknya.

Sebelum ke Aceh dan melatih Persiraja, Herry sudah banyak melatih klub bola lain, seperti Persija Lampung, Indosemen, PSSI Semarang, Persikabo Bogor, PSS Sleman, serta PERSMIN Minahasa. Sepak terjangnya sebagai pelatih yang telah meloloskan banyak klub menjadi juara, menarik perhatian pemerintah Aceh dan memintanya melatih.

Ia mau bekerjasama dengan siapa saja, asalkan merasa cocok, serta mempunyai visi dan misi yang sama. Ia tak pernah pilih-pilih, karena tugas seorang pelatih adalah melatih, bukan pilih klub.

“Lagipula saya lahir di Aceh, walaupun saya keturunan campuran Sulawesi, Jawa dan Sunda. Jadi betul-betul Indonesia,” canda pria yang hobby bola, renang dan tennis meja ini.

“Saya suka dengan tantangan, tim ini saya bentuk lagi dari nol. Selain itu, klub ini belum pernah mengikuti turnamen, persiapannya paling akhir. Sedangkan tim lain sudah pernah ikut turnamen,” sambung laki-laki yang memulai karirnya sejak 1979 ini.

Meski minimnya persiapan, ia ingin klub ini bisa menampilkan permainan yang memuasakan, dan itu adalah tantangan baginya.

Herry juga sudah melakukan penyeleksian sebanyak seratus orang atlit lokal, tapi karena dianggap tidak memenuhi standar ia membubarkannya. Sedangkan anggota Persiraja sudah ramai yang pindah klub. Akhirnya ia memakai pemain luar untuk memperkuat tim tersebut.

“Saat ini hanya enam orang pemain asli lokal, lima warga asing yang berasal dari Kamerun, Liberia, Argentina dan Chili. selebihnya dari Medan, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Ini masih seleksi tahap akhir dan akan dipilih kembali pemain yang paling layak untuk kompetisi,”ungkap pria kelahiran Aceh, 51 tahun lalu ini.

Herry Kiswanto memfokuskan semua aspek dalam melatih, yaitu kerjasama tim, organisasi bermain, saling pengertian. Khusus bagi pelatih dan managemen ia menekankan, tidak boleh ada yang dianak emaskan.

Selama karirnya sebagi pemain, Herry Kiswanto, telah banyak mengukir prestasi. Ia meraih delapan gelar, lima kali juara kompetisi dan tiga kali juara piala liga Indonesia. Sedangkan sebagai pelatih, ia berhasil membawa Persija ke semifinal di liga super dan berbagai prestasi lainnya.

Saat ini, Herry yang tinggal di Jakarta ini sangat berharap tim Persiraja yang dilatihnya bisa menunjukkan prestasi yang memuaskan.[]

No Response to "Mengembalikan Ruh Persiraja: Herry"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes