D’Mata Ie Hillside

Damai telah membawa banyak perubahan bagi masyarakat Aceh. Berbagai tempat wisata kini mulai tumbuh untuk menunjang kehidupan ekonomi dan sarana hiburan bagi masyarakat setelah sekian lama terkekang dalam konflik.

Oleh : Mellyan

Setelah terisolir sekian lama akibat konflik dan bencana tsunami, rakyat Aceh membutuhkan hiburan, yang memang telah lama menjadi barang langka. Sepasang suami istri mewujudkan impian banyak orang, menciptakan wahana bermain serta tempat santai yang nyaman bagi keluarga.

D’Mata Ie HILLSIDE, tulisan itu tertulis di spanduk salah satu lereng gunung di Mata Ie, Aceh Besar sekitar setengah jam perjalanan dari pusat kota Banda Aceh. Tempat yang baru di buka akhir tahun 2008 lalu tersebut, menawarkan berbagai permainan baru bagi masyarakat Aceh.

Setelah melewati beberapa tanjakan dari gunung berspanduk, akan terlihat sebuah tempat yang diberi pengaman dengan pagar sekitar tiga meter. Di balik pagar, tepatnya ditempat parkir, ratusan mobil serta motor pribadi terlihat memenuhi area sebelah kiri.

Setelah melewati pos penjagaan dan membayar tiket masuk, Rp 25.000 pengunjung akan mendapat soft drink, serta fasilitas bebas berenang di kolam biasa dan kolam air laut sampai pukul 18.00 wib. Kolam ini akan dijumpai ketika menuruni tanjakan dari pintu masuk. Bebas main di area pohon dan jembatan gantung, yang terletak dibagian belakang D’Mata Ie Hillside, serta bebas untuk keliling tempat seluas dua hektar tersebut.

Jika ingin menikmati permainan ATV sircuit (motor mesin kecil), yang terletak di tengah wahana bermain tersebut, harus menambah Rp 20.000 untuk empat kali putaran. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin menguji nyali dengan bermain flying fog, bergelayutan dan meluncur dengan tali yang ketinggiannya lebih dari 10 meter, dikenai biaya tambahan Rp 20.000 untuk sekali terjun. Airsoft gun atau arena permainan tembak menembak ala tentara sedang dalam proses izin dan pengerjaan.

Untuk keamanan pengunjung, permainan ini di awasi oleh pekerja yang sudah berpengalaman. Dari sekian banyak wahana bermain, kolam renang yang paling banyak diminati.

Selain tempat bermain, D”mata ie  juga menyediakan tempat untuk santai dan restoran yang dibuat ditempat yang menanjak, tempat duduk dibuat disisi kiri lereng gunung batu yang berundak undak menambah keindahan tempat ini. Para pengunjung juga dimanjakan dengan keindahan gunung Mata Ie, pepohonan menghijau serta udaranya yang sejuk. Di sisi kanan, group band lokal menghibur para pengunjung dengan alunan musik yang merdu.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sambil mengadakan berbagai pertemuan, tempat ini juga menyediakan ruangan untuk meeting.

“Sekarang ramai yang pesan untuk berbagai keperluan acara per paket. Untuk satu hari paket out bond Rp1,3 juta sampai  Rp 3,5 juta, tergantung jumlah pesertanya,” ungkap Linda Darmawan, istri dari pemilik wahana rekreasi tersebut.

Pada mulanya tempat itu dibuat untuk kepentingan pribadi, berekreasi dan berlibur. Lama kelamaan karena banyaknya permintaan dari para relasi agar tempat tersebut dibuka untuk umum, maka tanggal 26 desember 2008 tempat itu resmi dibuka untuk umum dengan nama D”Mata Ie HILLSIDE.

“Pada awalnya ide membuka tempat ini lahir dari trauma orang Aceh terhadap laut akibat tsunami penghujung 2004 lalu, nggak berani ke laut, kita buka tempat digunung dan kebetulan di Aceh belum ada tempat yang seperti ini,” ujar Linda.

Respon masyarakat terhadap tempat yang buka setiap hari ini cukup bagus, terbukti setiap sabtu dan minggu jumlah pengunjung mencapai 1000 orang. sedangkan pada hari kerja jumlanya sekitar 80 sampai 100 orang.

“Kita nggak pernah menyangka kalau akan seramai ini, padahal awalnya hanya tempat rekreasi keluarga,” tambah ibu tiga anak ini.

Melihat antusias pengunjung yang baik, rencananya T. Darmawan sang pemilik D’Mata Ie HILLSIDE akan menambah beberapa jenis permainan lagi di tanah pribadi warisan milik keluarganya itu. Seperti waterboom dan kebun binatang.

Tempat yang menghabiskan dana lebih dari 8,8 milyar itu merupakan hasil rancangan T.Darmawan, yang memang bekerja sebagai arsitek.

Walaupun setiap hari kerja buka dari jam 09.00 wib sampai pukul 22.00 wib, dan hari sabtu minggu buka dari jam 09 pagi hingga pukul 24.00 tengah malam, menurut seorang penjaga yang bernama Bustari, tempat ini bebas dari mesum, suatu hal yang memang sangat dikhawatirkan terjadi ditempat tempat wisata.

“Kalau malam, tempat ini khusus dibuka untuk keluarga dan meeting, tidak untuk yang berpasang pasangan belum menikah. Sedangkan di siang hari dibuka untuk umum, dan tidak ada celah untuk mesum, karena semua ada pengawasannya, kalau untuk duduk duduk dan santai ya, masih oke lah, jadi tempat ini bebas WH (Wilayatul Hisbah) dan bebas dari mesum,” ujar laki laki kelahiran Pidie 38 tahun yang lalu ini, serius.

Untuk keamanan dan kenyamanan, arena rekreasi seluas dua hektar ini mempekerjakan sekitar 50 orang karyawan, mulai dari waitters, petugas pengawas permainan sampai satpam. Dengan gaji mulai dari Rp 1,3 juta hingga Rp 2,5 juta perbulan, atau perhari rata rata Rp 40.000 selain uang makan. Setiap petugas disediakan mess yang tersebar disekitar tempat rekreasi tersebut. Mereka berasal dari Aceh, Medan dan Jawa. []






1 Response to "D’Mata Ie Hillside"

Anonim mengatakan...

Free Sultan Casino Online Slots & Blackjack - Shoot Casino
Play online casino Sultan Casino. We provide the latest and best free slots & 1xbet korean blackjack for real money & free spins. Play Roulette, Blackjack, 제왕카지노 Poker, งานออนไลน์

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes